Mengapa Harus Mengbal

Gaya Hidup  
Anak-anak bermain sepak bola di jembatan layang. Foto: Republika.co.id

Mengbal, pernah dengar kata itu? Tentu saja buat urang Sunda kata mengbal sudah sangat akrab di telinga. Mengbal artinya sepak bola. Mau di lapangan resmi dalam artian stadion, di sawah yang baru di panen, ataupun di gang-gang sempit yang kehilangan lahan, bahkan di jalanan, pokoknya di manapun itu asal ada bola yang dikejar-kejar, ya namanya mengbal.

Buat saya pribadi kata mengbal rasanya lebih luas maknanya daripada sekadar sepak bola. Mengbal itu tak butuh seragam, sepatu, lapangan hijau bahkan tiang gawang. Asal ada kesepakatan di antara dua orang atau lebih untuk lawan-lawanan berebut bola, ya sudah, mengbal itu namanya. Peran wasit pun tak dibutuhkan di sini.

Saya juga tidak tahu pasti seperti apa awal mulanya jika sepak bola di Jawa Barat tepatnya daerah yang berbahasa Sunda lebih akrab disebut mengbal.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Mungkin awalnya disebut maen bal (main bola), namun lama kelamaan sesuai lidah orang Sunda yang hobi menambahkan huruf ‘ng’, maen bal berubah jadi maeng bal dan jadilah mengbal seperti pengucapan populer saat ini.

Tidak percaya? Saya punya contoh lainnya, bensin jadi bengsin, Bambang jadi Bangbang, janjian jadi jangjian dan sederet kata lainnya, Anda pun bisa menambahkannya sendiri kalau mau.

Mengbal dan orang Sunda juga sepertinya bagian yang sedikit sulit dipisahkan. Mengbal seolah menjadi salah satu identitas orang Sunda, terutama jika berkaitan dengan Persib.

Kadang keterikatan di antara keduanya pun tak masuk akal. Bagaimana orang yang sama sekali tidak suka dengan sepak bola, tapi tak pernah melewatkan satu kalipun pertandingan Persib. Saya tidak sedang mendongeng bohong, orang-orang seperti itu ada, banyak malah, salah satunya teman saya.

Dia tidak peduli dengan Liverpool, Chelsea, Manchester United, atau klub-klub raksasa dari liga-liga eropa ternama. Untuk sekedar tahu pun dia ogah. Tapi kalau sudah menyangkut Persib, apapun dia lakukan. Seolah-olah dia adalah pendukung paling fanatik bagi klub kesayangannya.

Tapi suka atau tidak, sepak bola memang kerap melahirkan hal-hal tak terduga. Di level nasional, bagaimana olah raga ini bisa menyatukan dua kubu residu Pilpres lalu, dengan sama-sama mendukung tim garuda. Seperti yang terjadi di Piala AFF lalu.

Di level lokal pun demikian. Jawa Barat, khususnya Bandung yang anak mudanya terkotak-kotak dalam geng-geng motor, bisa satu warna, biru, saat mendukung Persib Bandung.

Bahkan di level yang lebih serius, sepak bola juga bisa jadi alat untuk mencapai tujuan politik. Kalau soal ini, tanya saja pada para petinggi negeri ini yang kerap berebut kursi ketua umum PSSI.

Tapi maksud saya, sepak bola itu memiliki beragam dimensi. Selain olah raga, mengbal juga berkaitan dengan dimensi sosial, budaya, politik dan tentu saja hiburan.

Bicara sepak bola memang tak akan ada habisnya. Anda bisa mengupas tergantung dari sisi mana Anda memandang. Itulah mengapa saya memilih nama mengbal untuk domain saya. Harapannya, kita akan banyak mengupas segala hal dengan benang merah sepak bola di sini.

Cag Ah!

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Mengapa Harus Mengbal

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image